Kelebihan Dan Kekurangan Dari Tinta Sablon Plastisol

Setelah kita mengetahui perbedaan tinta sablon berdasarkan pelarut yang digunakan oleh tinta Water Based maupun tinta Plastisol. Ada baiknya kita membahas lebih lanjut mengenai apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tinta tersebut berdasarkan pelarutnya. Artikel ini dibuat berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami ketika mengerjakan proses sablon serta berbagai pendapat yang kami kumpulkan dari teman-teman vendor konveksi / konfeksi lain dilapangan.

Kelebihan Dan Kekurangan Dari Tinta Sablon Plastisol

Keunggulan Tinta Plastisol

  1. Tinta plastisol dapat dibiarkan pada screen dalam jangka waktu cukup lama dan tidak menyebabkan sumbatan pada screen.
  2. Plastisol siap untuk langsung digunakan begitu dikeluarkan dari wadah penyimpanannya tanpa perlu mencampur bahan tambahan. Dalam sebagian aplikasi plastisol dapat di gunakan untuk menyablon pada kondisi wet-on-wet, sehingga dapat mempersingkat waktu produksi.
  3. Karena hanya sedikit atau bahkan tidak ada campuran bahan tambahan lainnya pada tinta plastisol, tinta ini susah kering, sehingga plastisol dapat didiamkan pada screen atau ditempatkan kembali pada wadahnya.
  4. Pilihan warna pada plastisol sudah sangat bervariasi, dari yang transparent hingga warna sangat gelap.

Kekurangan Tinta Plastisol

  1. Tinta plastisol di Indonesia memiliki biaya produksi yang lebih mahal dibandingkan tinta water based.
  2. Kaos ataupun pakaian lainnya yang menggunakan aplikasi tinta plastisol, tidak dapat disetrika langsung karena dapat merusak aplikasi sablon tersebut. Hal ini disebabkan karena plastisol bersifat thermoplastic sehingga ketika bersentuhan dengan benda yang cukup panas tinta ini akan meleleh.
  3. Jika kita akan membuang tinta plastisol yang tidak terpakai, sebaiknya memperlakukan limbah ini sebagai limbah berbahaya bagi lingkungan. Tinta plastisol tidak mudah terdegradasi sehingga jika dibuang begitu saja akan berdampak buruk bagi lingkungan.

Leave a Reply