Sejarah Baju Flanel dan Jenis Kain Kemeja

Baju banyak di kenal di semua penjuru dunia, satu baju atas spesial nya untuk pria, baju ini menutupi tangan, bahu, dada sampai ke perut. Biasanya baju ini berkerah serta berkancing depan, berlengan panjang serta pendek dengan bahan katun, line, dsb, Baju di kenal pertama didaratan eropa dengan sebutan Camisa, yang masih tetap dekat dengan bentuk aslinya, blus, dari bhs Perancis, terlebih untuk wanita serta hem dari bhs Belanda. Kata flanel datang dari bhs Wales, yakni gwlanen, yang berarti “bahan wol”. Menurut histori, flanel terdaftar diketemukan pada awal era ke-16 di Wales, dengan sebutan flannelette.

 

Ketika itu beberapa petani menggunakan baju hangat yang agak tidak tipis membuat perlindungan diri mereka dari cuaca dingin serta rerantingan pohon.
Di Perancis, arti flanelle digunakan diakhir era ke-17. Serta pada awal era ke-18, di Jerman mengatakannya flanell.
Dalam bhs Inggris ditulis flannel.
Awalannya flanel di produksi dengan tradisionil serta rumahan. Di buat dari benang wol yang di-garuk pada sistem finishing-nya.
Di era ke-18, searah dengan terdapatnya Revolusi Industri, berlangsung perubahan besar-besaran didalam praktisi industri. Flanel mulai diproduksi dengan massal serta jadi product pabrikasi.

 

Ikuti perubahan zaman, serta memperhitungkan cost bahan baku yang tinggi, bahan wol makin lama mulai digantikan dengan serat kapas (cotton), kombinasi sutera, serta serat sintetis. Baju Flanel yaitu model yang dapat disebut trend yang tak ada hentinya dari jaman ke jaman. Baju ini pas untuk dipadukan dengan jeans serta sneakers. Baju flanel dapat juga digunakan jadi luaran dengan kaus dibagian dalamnya.

Sejarah Baju Flanel dan Jenis Kain Kemeja

 

 

Dimuka era ke-20 produksi flanel terutama untuk baju mulai sesuai dengan sebagian musim terkecuali musim dingin. Sebagian salah satunya didesain untuk di cuaca hangat yaitu dengan mengoptimalkan pencampuran katun serta sutera dan kapas hingga baju flanel jadi lebih enteng. Di era yang sama, saat flanel masuk ke Amerika Utara, flanel–terutama dengan motif kotak-kotak, diidentikkan dengan beberapa orang udik, beberapa pekerja kerah biru, terlebih petani, penggembala, pekerja tambang, penebang pohon, serta mereka yang bekerja diluar ruang. Ketahanan berbahan, keringanannya untuk dicuci dan juga kehangatannya, begitu baik hingga sangat mungkin mereka bebas bergerak serta bekerja terlalu lama dibawah suhu yang dingin. Mulai sejak itu, beberapa penebang pohon disimbolkan dengan sepasang sepatu boots serta flanel.

 

Pada th. 1889, seseorang asal Michigan, Amerika Serikat, yakni Hamilton Carhatt (1855-1937) membangun perusahaan yang diberi nama Carhatt. Carhatt mengklaim jadi yang pertama kalinya temukan baju memiliki bahan flanel, termasuk juga motif kotak-kotak yang di inspirasi dari Kilt, baju tradisionil Skotlandia. Carhatt berupaya untuk membuat baju tahan banting, yang nyaman digunakan, namun masih tetap berkarakter, untuk beberapa pekerja lapangan yang aktif. Awal mulanya mereka buat baju flanel ini untuk beberapa engineers yang bekerja di jalur kereta api.

Beberapa orang berasumsi kalau baju kotak (plaid shirt) sama juga dengan baju flanel (flannel shirt). Walau sebenarnya flanel serta kotak (plaid) adalah dua hal yang berlainan. Flanel adalah satu diantara type bahan (fabric). Sedang kotak (atau plaid) yaitu motif atau corak (pattern). Kotak-kotak atau plaid awalannya diidentifikasikan jadi pemberontakan serta kebebasan. Hal semacam ini tidak lepas dari histori motif kotak-kotak tersebut.

Baju flanel adalah model yang kekal. Tren yang tidak ada henti. Pas untuk dipadukan dengan jeans serta sneakers atau sepatu boots. Atau digunakan jadi luaran, digabungkan dengan t-shirt dibagian dalamnya. Baju flanel identik dengan beberapa pekerja keras yang turun segera di lapangan. Digunakan oleh beberapa orang yang ada di garis depan serta bersentuhan segera dengan objek pekerjaan di lapangan. Hal semacam ini tidak terlepas dari asal-usul diketemukannya baju memiliki bahan flanel ini. Baju flanel mempunyai rekam jejak yang panjang serta menarik.

Di Indonesia, pada th. 2012, pasangan Joko Widodo (Jokowi) serta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggunakan baju kotak-kotak dalam kampanye Penentuan Gubernur DKI Jakarta. Penentuan baju kotak-kotak ini atas basic prinsip mereka dalam bekerja untuk rakyat dengan turun segera ke lapangan. Pasangan Jokowi serta Ahok selanjutnya memenangi Pilgub DKI 2012 untuk periode jabatan th. 2012-2017, dengan mengusung slogan “Jakarta Baru. ”

 

Type Kain Baju serta Karakter Bahan 
Type Kain Baju
– Kain Drill : American Drill (#1860, 1919, Gloria 1788, Victoria 1668, Espero 1616, Putra Mill, Verlando, Ventura),
Japan Drill (2860, Suka-suka, Takashimura, Obor, Cap Tugu, Nagata Drill, Verlando Japan, Taipan Drill).
– High Twist (Intercooler),
– Taipan Tropical,
– Oxford,
– Kanvas, Baby Canvas,
– Wool/Lightweight Wool,
– Dolby,
– Denim,
– Chambray,
– Katun,
– Flanel,
– Acrylic.

 

Leave a Reply