Sejarah Kaos Polo

Masyarakat Indonesia mengenal kaos Polo atau Polo T-Shirt dengan istilah kaos kerah. Kaos dengan tambahan 2 atau 3 kancing sebagai bukaan dibagian dada. Merek kaos Polo saat ini sangat mendunia. Pemakainya juga berasal dari semua kalangan. Polo T-Shirt biasanya terbuat dari bahan cotton.

Sejarah Polo T-Sshir t berawal diakhir abad ke -19. Seseorang yang bernama John E Brooks berkunjung ke Inggris. Cucu daro pendiri Perusahaan Brooks Brothers di US ini memperhatikan kerah baju pemain saat ia menyaksikan sebuah pertandingan Polo. Kerah tersebut terlipat kebawah dan ditahan dengan kancing untuk menghindarinya tertiup angin. Terkesan akan hal itu, ia memillki ide untuk menambahkan kerah tersebut pada pakaian kaos.

 

Setelahah diapllkasikan, kaos tersebut Mulai dlperkenalkah pads taliun 1896 dan menjadi ikon pakaian formal serta mampu mengubah wajah pakaian pria untuk selamanya. Kaos ini dinyatakan sebagai “Barang yang paling banyak ditiru dalann sejarah fashion” Brooks Brothers menamakan kaos tersebut sebagai kaos Polo. Ini adalah permulaan dari asal usul kaos Polo. Tahun 1920 menjadi tonggak yang sangat berpengaruh dalam pcrkembangan kaos Polo. Lewis Lacey, seorang pemain polo kelahiran Kanada mulai memproduksi pakaian dengan logo pemain Polo. Desain ni berasal dari Hurlingham Polo Club yang bermarkas di Buenos Aires, Argentina. Kaos berkerah ini, juga menjadi inspirasi bagi legenda tenis Prancis, Jean Rene Lacoste. Ketika itu para olahragawan tenis menggunakan kaos tenis yang terdiri dan kaos putih lengan panjang yang sedikit ketat dengan dua kancing. Desain kaos ini menimbulkan masalah dalam hal kenyamanan saat bermain. Rene Lacoste, menganggap bahwa pakaian olahraga tenis saat itu terlalu kaku dan sangat tidak nyaman.

 

Sejarah Kaos Polo

 

Lacoste yang merupakan juara 7 kali tenis Grand Slam ini kemudian membuat desain yang lebih simple. dia merancang sebuah pakaian yang lebih nyaman untuk dipakai dalam olahraga tenis. Kaos jenis ini diberi nama istilah “Petit Pique” . Desain rancangannya terbuat dari bahan yang berpori, bagian belakangnya lebih panjang atau saat itu disebut “Tennis Tail”, berlengan pendek , kancing di depan, kerah yang agak panjang serta penggunaan sejenis karet diujung lengan yang membuatnya tidak mudah tergulung sehingga tidak menyulitkan dalam bergerak. Desam ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1926 saat gelaran tenis US Open. Pada 1927, Lacoste yang dijuluki sang buaya atau “The Alligator” karena gaya permainannya cepat dan ganas mulai menempatkan lambang buaya pada dada kiri kaos hasil rancangannya. Masyarakat menjulukinya scbagai pencetus kaos polo modern. Pada tahun 1933, Lacoste pensiun sebagai pemain tenis, Lacoste kemudian bekerjasama dengan Andre Giller. seorang produsen pakaian rajut. Mereka berdua mendirikan perusahaan yang diberi nama La Societe Chemise Lacoste. Sejak saat Itu, Lacoste resmi memproduksi secara masal hasil rancangannya, lengkap dengan logo buaya di dada kiri. Pada tahun 1940, istllah Polo mulai disandangkan untuk kaos berkerah. Dan pada tahun 1951. Lacoste melakukan ekspansi produk ke Amerika. Ekspansi Ini diiringi denagn inovasi yang dia lakukan pada produk kaosnya. Lacoste memberi variasi warna pada produknya. Kaos yang ia produksi laris dipasaran. Sejak saat itu kaos Polo menjadi simbol yang menyatakan status sebagai olahragawan yang kompeten.

 

Mengetahui model kaos jenis ini cukup banyak peminat, salah satu pemain tenis yang cukup terkenal, Fred Perry bekerjasama dengan Tibby Wagner turut meramaikan industri kaos kerah dengan logo berbeda. Produk perry menjadi idola bagi para remaja saat itu. ini yang membuat kaos Polo menjadi trend dikalangan anak muda. Kini merek Fred Perry dimiliki oleh perusahaan Jepang dan telah menjadi salah satu ikon fashion untuk Polo Shirt

 

Pada tahun 1972 seorang desainer ternama Ralph Lauren, memperkenalkan satu lini produk terbarunya dengan nama Polo. Ralph Lauren ingin memberikan pakaian casual milliknya dengan nama yang menggambarkan kecanggihan dan keabadian. Produk ini dipasarkan secara umum. Tahun 1980an menladi masa persaingan usaha antara produk polo Ralph Lauren dan produk Lacoste. Mulai tahun 1990an, produk Polo Ralph Lauren menjadi standar pakaian untuk industry teknologi tinggi, Dan hingga kini,masyarakat lebih mengenal kaos Polo hasil karya Ralph Lauren.

Leave a Reply