Ulasan Lengkap Sejarah Baju Gamis sampai di Indonesia

Bicara tentang baju muslimah, tentu sahabat muslimah tidak asing dengan model baju yang bernama gamis. Beberapa sahabat muslimah tentu sepakat bila menggunakan gamis yaitu baju sederhana yang pas dipakai dalam beragam acara. Tetapi, taukah sahabat muslimah, bila baju yang umum dikatakan sebagai gamis itu yaitu abaya? Bingung kan? Begini asal – saran gamis. Baju gamis atau abaya Abaya yaitu jubah berwarna hitam yang umum digunakan oleh wanita di Arab Saudi. Abaya umumnya dipakai waktu keluar tempat tinggal atau tampak di depan umum. Penggunaan abaya yaitu jadi proses dari perintah Allah pada wanita untuk tutup aurat. Abaya biasayanya berwarna hitam. Hal semacam ini karena warna hitam yaitu warna yang mati/warna yg tidak memiliki kandungan unsur menarik, terutama jika abaya yang dipakai lebar, hingga tidak mengundang perhatian dari lawan type pada wanita Arab.

Baju gamis atau umum di sebut dengan abaya tradisionil adalah jubah hitam polos yang dipakai oleh wanita Muslim untuk tutup baju umum mereka, Ini dapat digambarkan jadi gaun jubah-seperti lengan panjang serta itu yaitu bentuk tradisionil baju untuk banyak negara di semenanjung Arab termasuk juga Arab Saudi serta Uni Emirat Arab. Di Iran abaya ini dikatakan sebagai chador serta di Asia Selatan burqa., Memiliki bentuk berbentuk baju kurung selama mata kaki, biasanya dengan lengan panjang, sama dengan Jubah, Kaftan atau Tunik. Gamis sering digabungkan dengan Izaar (sarung) atau Bantholun (celana pantalon) dibagian dalamnya. Terkadang dipakai dengan Bisyt (mantel) berwarna gelap. Potongan baju abaya sendiri memanglah besar serta biasanya berwarna hitam, karna warna ini dinggap tidak menarik perhatian. Maksud penggunaan abaya sendiri memanglah supaya wanita yang keluar tempat tinggal tidak jadi perhatian orang yang lain terutama lawan type yang dapat menyebabkan fitnah nanti. Umumnya abaya ini diperlengkapi juga dengan cadar.
Ulasan Lengkap Sejarah Baju Gamis sampai di Indonesia
Di Indonesia sendiri baju Abaya hitam-hitam tidak demikian nge-trend. Kultur Indonesia yang pada jaman nenek moyang memakai ” kebaya ” sampai pada akhirnya masuklah agama Islam dengan membawa perintah untuk tutup aurat untuk wanita, dengan harus mesti menggeser langkah kenakan pakaian terdahulu. Indonesia yang relatif Bhinneka Tunggal Ika dalam kenakan pakaian juga sesuaikan. Untuk tutup aurat, keluar bebrapa baju muslimah yang syar’i namun masih tetap modis.
Saat Islam masuk ke Indonesia jadi style kenakan pakaian ala Arab juga turut bercampur dengan kultur asli orang-orang Indonesia dulunya. Bersamaan dengan penebaran agama Islam jadi dikenalkan juga langkah kenakan pakaian yang sesuai sama ajaran Islam. Meskipun demikian tidak keseluruhnya style kenakan pakaian Arab ini di terima di Indonesia. Ada banyak hal yang masih tetap sedikit asing untuk diterapkan seperti penggunaan cadar.
Begitu halnya penyebutan baju muslim ini sendiri. Gamis yaitu sebutan baju longgar untuk pria serta wanita. Tetapi di Indonesia seringkali di kenal gamis yaitu sebutan untuk baju wanita. Perubahan gamis di Indonesia sendiri cukup cepat, terutama dengan munculnya kesadaran untuk kenakan pakaian sesuai sama tuntunan agama untuk umat muslim sendiri. Bila dahulu gamis cuma tampak waktu ibu – ibu ingin pergi pengajian, tetapi sekarang ini gamis gampang didapati di pasar, perkantoran sampai acara pernikahan.

saat ini Gamis datang dalam bermacam macam type serta design, serta style yang berlainan serta warna yang disenangi oleh wanita dari daerah spesifik sesuai sama penafsiran agama serta budaya spesifik. Gamis hitam seringkali digunakan di negara-negara Timur Tengah, terlebih Arab Saudi, Kuwait serta Qatar. Gamis putih s populary digunakan di negara-negara Muslim Timur Jauh. Gamis berwarna serta bordir jadi makin popular di Yordania, negara-negara barat serta saat ini juga di negara-negara Timur Tengah juga. Walau hitam yaitu warna yang disenangi di sebagian negara wanita Muslim biasanya bisa menggunakan warna apapun yang mereka sukai sepanjang itu tidak hasilkan perhatian yang tidaklah perlu. Wanita Muslim seringkali menggunakan label desainer bawah baju luar mereka serta makin mereka menginginkan menggunakan baju luar modis juga. Yang patuh tidaklah perlu bermakna membosankan.menjengkelkan. Fashion desainer mulai mengerti ini serta beberapa toko spesial, situs serta fashion show bermunculan, label model papan atas Eropa termasuk juga John Galliano serta Blumarine beberapa waktu terakhir menunjukkan jenis kenakan Gamis couture.

Beberapa orang memiliki pendapat kalau rencana ‘menutupi’ lebih mengenai kelas dari pada itu mengenai iman. Dalam pra-Islam pusat-pusat perkotaan dari Jazirah Arab kerudung dilihat jadi sinyal kesempatan serta elegan yang didapatkan pada wanita yg tidak mesti bekerja. Mereka yang disadari dari gadis-gadis budak serta pelacur, yg tidak diizinkan untuk jilbab atau penutup, serta wanita nomaden serta non-kota sangat repot bekerja untuk bagian dilacak dengan suatu hal yang begitu tidak layak jadi cadar muka serta susunan ekstra gigi.

 

Hadis yang Berkaitan dengan baju Gamis
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْقَمِيصُ

“Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu gamis.” (HR. Tirmidzi no. 1762 dan Abu Daud no. 4025. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Hadits di atas disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin di mana hadits tersebut menunjukkan bahwa pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian gamis.

Berdasarkan pengertian diatas, sebenarnya gamis yang berkembang di Indonesia adalah abaya. Hanya saja, pengucapan kata gamis nampaknya lebih terkenal dibanding abaya, sehingga orang lebih terbiasa melihat model pakaian abaya dengan sebutan gamis.

Leave a Reply